Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

slider

This is default featured slide 1 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc. Video tutorial is available, also a support forum which will help to install template correctly. By DeluxeTemplates.net

This is default featured slide 2 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc. Video tutorial is available, also a support forum which will help to install template correctly. By DeluxeTemplates.net

This is default featured slide 3 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc. Video tutorial is available, also a support forum which will help to install template correctly. By DeluxeTemplates.net

This is default featured slide 4 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc. Video tutorial is available, also a support forum which will help to install template correctly. By DeluxeTemplates.net

This is default featured slide 5 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc. Video tutorial is available, also a support forum which will help to install template correctly. By DeluxeTemplates.net

Selasa, 21 Juli 2015

ke Bali..?? jangan lupa singgah di 'Air Mata Iblis' di Bali

Di salah satu lokasi di Nusa Lembongan, traveler bisa menyaksikan dan mendengar salah satu fenomena alam yang bernama Devil's Tear. Penasaran seperti apa melihat fenomena 'air mata iblis' ini?

Mungkin pertama kali mendengar nama ini orang langsung mengasosiasikan dengan lokasi yang menyeramkan. Devil's tear yang berarti air mata iblis, saya sendiri juga kurang mengerti kenapa dinamakan seperti itu.

Jiwa sok analisis saya menyimpulkan, kencangnya debur ombak yang menghantam batu karang menimbulkan buih-buih ombak yang turun kembali kebawah seperti air mata yang jatuh, berpadu dengan tebing karang yang runcing-runcing dan suara debur ombak yang super kencang maka terciptalah nama Devil's Tear.

Tak sulit menemukan pantai ini, ada papan petunjuk bertuliskan Devil's tear yang dibuat oleh pnduduk setempat, begitu menemukan tebing tandus yang permukaannya runcing-runcing, di sinilah Devil's Tear. Setahu saya, di sini tidak ada akses menuju ke bibir pantai karena ini adalah susunan karang yang membentuk tebing, jadi tidak ada pelataran bibir pantai berpasirnya.

Dari atas tebing, dapat di lihat cerukan besar di bawah tebing yang sepertinya terbentuk karena hempasan ombak yang besar. Saya yang sedikit fobia ketinggian cukup parno saat mengambil foto dari atas tebing. Sekitar 20 meter di bawah saya ombak bergulung-gulung menabrak dinding tebing. Bunyinya cukup besar dan sedikit mengerikan dengan adanya gaung yang tercipta di cerukan besar di bawah tebing Devil's Tear.

Saat itu saya agak kurang beruntung karena ombak kurang begitu kencang jadi saya tidak dapat menyaksikan hempasan ombak yang naik. Mungkin saat pagi hari, saat angin bertiup ke daratan adalah waktu yang tepat untuk menyaksikan dahsyatnya hempasan ombak di Devil's Tear ini.

Devil's Tear yang berhadapan langsung ke arah Samudera Hindia ini lokasi yang cocok untuk menyaksikan matahari terbenam asalkan bawa perbekalan yang cukup karena di daerah sini tidak ada warung sama sekali dan mungkin akan sedikit menyulitkan untuk berjalan saat gelap karena tidak ada penerangan sama sekali di sini.
oleh : detikTravel Community

Pesona Wisata Bukit Parangendog


Sudah pernah dengar nama Bukit Parangendog di Yogyakarta? Bagi traveler yang sudah pernah ke sana, pasti sepakat kalau tempat ini merupakan salah satu spot foto paling keren di Yogyakarta. Kalau mudik ke 'Kota Gudeg', wajib mampir ke sini.

Anda pernah mengunjungi Pantai Parangtritis, Yogyakarta? Bukit Parangendog tak jauh dari pantai terkenal itu, hanya sekitar 1 km ke arah timur, tepatnya di perbatasan Bantul dan Gunungkidul. Selepas Pantai Parangtritis, jalanan menanjak sekitar 500 meter.

Tapi tenang, kendaraan bisa naik kok sampai tempat parkir. Tidak ada tiket masuk, cukup bayar ongkos parkir. Dari tempat parkir, pengunjung cukup jalan kaki tak sampai 5 menit, sampailah di bukit dengan view indah ini.

Dari puncak Bukit Parangendog, sejauh mata memandang terhampar Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, hingga Pantai Depok. Buka hanya itu, saya juga menikmati hijau hamparan pepohonan dan sawah serta perkampungan dari ketinggian. Yang tak kalah seru, dari tempat ini, kita pun bisa melihat Gumuk Pasir yang juga terkenal itu. Semua serba kecil dan menyerupai maket saja. Hehehe.

Sebenarnya, Bukit Parangendog adalah lokasi take off paralayang. Karena itulah, bukit ini juga populer disebut Bukit Paralayang. Jika memang ingin uji nyali, tidak ada salahnya menikmati paralayang di tempat ini.

Lokasi pendaratan tepat di bibir Pantai Parangtritis. Kalau paralayang terlalu menantang, ada kok aktivitas lain yang juga membuat olahraga jantung. Berfoto di tepi beton yang terdapat di sisi barat bukit.

Saya awalnya mencoba duduk di sini sendiri. Sensasinya itu seru-seru sedap. Hehehe. Apalagi angin kencang yang berhembus di kaki dan punggung seperti menggoda keseimbangan tubuh. Tapi, lama-lama saya justru ketagihan. Istri saya yang awalnya takut pun akhirnya berani mencoba. Dan, jadilah foto berdua di tempat ekstrem ini menjadi salah satu momen terindah kami. Hehehe.

Kunjungan terbaik di Bukit Parangendog, menurut saya, adalah sore hari sambil menunggu sunset. Pada siang hari, cuaca dijamin panas karena tidak ada tempat berteduh. Sedangkan pada pagi hari, mungkin view di bawah bukit agak gelap karena cahaya matahari pasti terhalang bukit.

Nah, di sore hari, cuaca sudah bersahabat (asal tidak mendung atau hujan). Sunset-nya pun indah. Bahkan, jika Anda sabar, kabarnya pemandangan after sunset juga memesona.

Namun, waktu itu saya terpaksa turun menjelang matahari tenggelam. Sebab, ada satu lokasi lagi yang membuat saya penasaran, yaitu Gumuk Pasir. Meski demikian, saya sudah cukup puas uji nyali di Bukit Parangendog. Sedikit tips, jika ingin berlama-lama di sini, bawa minuman karena tidak ada pedagang di sana. Tapi ingat, jangan tinggalkan sampah. Kita ingin kebersihan dan keindahan lokasi ini tetap terjaga kan?


oleh : Mas Edy Masrur - d'Traveler
 

Blogger news

Blogroll

About